Kenapa sih suka banget sama olahraga lari?

Aku masih ingat betul awal mula suka banget sama olahraga lari ini. 2014 lalu, ketika urusan perkuliahan sudah tuntas dan mulai punya banyak waktu luang, entah kenapa tiba-tiba kepikiran buat mulai rutin berolahraga yang sama sekali jarang aku lakukan selama kuliah hampir empat tahun. Apalagi selama kuliah sering makan dan jajan di warung-warung penyetan pinggir jalan. Alhasil, berat badan awal masuk kuliah tercatat sekitar 65-an, diujung perkuliahan naik signifikan ke angka 85-an.

Selain perkara kenaikan berat badan, waktu itu juga kepikiran buat rutin olahraga dalam rangka meyiapkan diri kalau-kalau lulus seleksi rekrutmen CPNS yang nantinya bakal butuh kesiapan mental dan fisik selama menempuh diklat. Atau misal pun tidak lulus pada rekrutmen CPNS, pasti bakal bermanfaat juga buat persiapan tes kesehatan saat rekrutmen di perusahaan swasta atau BUMN pikirku saat itu.

Nah, setelah bertahun-tahun rutin lari, aku menyimpulkan ada tiga alasan utama kenapa aku sebegitu sukanya dan sebegitu jatuh cintanya sama olahraga lari ini.

1. Gak ribet dan bisa dilakuin di mana aja

Kenapa aku bilang gak ribet? Karena olahraga lari gak butuh banyak peralatan dan perlengkapan. Pada tingkat yang sederhana cukup pakai sepatu dan pakaian olahraga udah bisa langsung lari. Selain itu olahraga lari ini bisa dilakukan sendirian, berdua atau beramai-ramai tergantung kenyamanan masing-masing individu. Tempatnya pun bisa dilakukan di mana aja, mulai dari treadmill, jogging track, lapangan atletik, jalan raya, pinggir pantai, hingga pegunungan. Tapi nih ya… kalo sudah mulai tau gear buat lari seperti sepatu, smartwatch, pakaian, dan asesoris lainnya hati-hati khilaf :).

2. Banyak komunitasnya

Sejak olahraga lari makin membumi, banyak berdiri komunitas-komunitas lari baik yang jejaringnya secara nasional seperti Indorunners, RIOT maupun komunitas yang dibentuk di tingkat lokal. Selain itu, banyak pula perusahaan, BUMN maupun intansi pemerintah yang membentuk komunitas secara mandiri. Di BPK sendiri ada BPK Runners dan BPK Runners Chapter Jatim yang rutin lari bareng tiap Jumat pagi di perwakilan masing-masing.

3. Banyak Eventnya

Tidak seperti olahraga lain, event yang diselenggarakan khusus untuk olahraga lari ini bener-bener banyak banget. Mulai dari yang kategori fun run, 5K, 10K, 21K sampai 42K. Event-event besar seperti Bali Marathon, Borobudur Marathon, Jakarta Marathon, Surabaya Marathon, Jogja Marathon, Bromo Marathon dan masih banyak lagi juga selalu rutin digelar setiap tahun dengan peserta ribuan orang dari seluruh Indonesia. Selain benefit dari sisi kesehatan, impact secara ekonominya juga besar banget. Bayangkan aja ribuan orang tersebut bakal butuh tiket pesawat, kereta, bus, hotel, penginapan, kuliner, dan akses ke destinasi wisata di sekitar lokasi event.

Jadi, itu dia tiga alasan utamanya. Kalau kalian?

Intinya sih yang harus diingat, olahraga apapun termasuk lari tidak boleh dilakukan secara berlebihan melebihi kapasitas yang bisa dilakukan oleh tubuh dan badan kita. Kalo aku sendiri termasuk tipe pelari yang ga ngejar kecepatan atau pace yang tinggi. Run as long as you happy pokoknya. Olahraga itu harus bikin kita bahagia, bukan bikin cedera dan sakit-sakitan. Jadi, jangan pernah berhenti berlari yaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − eleven =