Membuat Kandang Ayam Broiler Kapasitas 5000 Ekor

Berhubung dua tahun belakangan ini investasi kecil-kecilan saya cenderung ke pembelian tanah untuk perkebunan yang saya rasa luasannya sudah cukup untuk investasi jangka panjang ke depan, maka ditahun 2019 ini fokus saya berganti ke bidang peternakan. Bidang peternakan ini ditujukan untuk investasi jangka pendek sehingga diharapkan hasilnya bisa diperoleh tiap beberapa bulan sekali.

Sebenarnya, pada awalnya ada dua opsi jenis hewan ternak yang dapat dipilih. Pertama ternak sapi dan yang kedua ternak ayam broiler. Untuk opsi pertama tidak jadi dipilih untuk saat ini karena pertimbangan periode siklus sapi yang jauh lebih lama ketimbang ayam broiler sehingga tahun 2019 ini pilihannya jatuh ke pembangunan kandang ayam broiler/ayam potong dengan kapasitas 5000 ekor ukuran 8×90 meter.

Nah, kebetulan di kebun ada banyak pohon-pohon yang dapat ditebang untuk bahan konstruksi kandang. Dengan menggunakan kayu-kayu tersebut, setidaknya konstruksi kandang dapat bertahan sekitar 10-15 tahun bahkan lebih. Hasil perhitungan kebutuhan kayu kurang lebih sebanyak 40 kubik (4 kubik balok 10×10, 27 kubik balok 5×10, 7 kubik kaso 5×5 dan 2 kubik papan 2×25). Untuk penebangan kayu, pembuatan balok, dan pengangkutannya saya menggunakan tenaga warga setempat di sekitar kebun. Selain kayu, bahan utama lainnya adalah atap rumbia ukuran 2 meter sebanyak 3000 lembar dan bambu 3cm untuk alas kandang sebanyak 4000 buah.

Setelah kurang lebih dua minggu pengerjaan, kayu-kayu dari kebun sudah siap untuk dibawa ke lokasi pembangunan kandang. Untuk pengangkutannya, meskipun dari lahan sendiri harus disertai dengan dokumen-dokumen kepemilikan tanah, surat keterangan asal-usul kayu dari kepala desa dan dokumen-dokumen lain sesuai ketentuan yang dimuat dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Nah, ini adalah dokumentasi kayu-kayu tersebut. Oh ya, untuk pohon yang ditebang hanya dipilih pohon yang sudah agak besar dan setelah itu akan ditanami kembali dengan pohon-pohon baru sehingga ekosistem kebun tetap terjaga.

Kayu dari kebun yang siap diangkut
Kayu dibongkar dari truk
Kayu dipindahkan ke pinggir jalan

Selain kayu, bahan utama lainnya adalah atap daun rumbia. Atap daun rumbia ini dipilih karena harganya jauh lebih ekonomis dibandingkan dengan seng.

Atap rumbia (1)
Atap rumbia (2)
Pengangkutan atap rumbia

Sebagai antisipasi rayap, tiap tiang kayu nantinya akan berdiri di atas dudukan beton ukuran 30cm x 20cm. Campuran semen dan pasirnya menggunakan perbandingan 1:3. Penampakannya kurang lebih seperti ini.

Dudukan tiang kayu (1)

Untuk konstruksi pembangunannya direncanakan akan selesai paling lama 60 hari. Perkembangannya akan saya update lagi beberapa minggu ke depan di post ini.

Update 24 Maret 2019

Setelah dikerjakan selama beberapa minggu, saat ini konstruksi utama kandang telah berdiri sepenuhnya. Sebagian sisi juga sudah mulai dipasangi atap seperti terlihat dalam gambar berikut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × three =